September 13, 2017

Pengertian Bounce Rate dan Cara Menguranginya

Pengertian Bounce Rate dan Cara Menguranginya - Apa itu bounce rate? Bounce rate adalah suatu kondisi dimana para pengunjung datang ke blog dan langsung pergi tanpa mengunjungi halaman lain. Kenapa hal ini bisa terjadi? karena artikel yang kamu buat tidak sesuai dengan apa yang pengunjung cari.


Pengertian Bounce Rate dan Cara Menguranginya

Ada beberapa tindakan yang dilakukan pengunjung yang dianggap sebagai bouncing dari blog yang kamu miliki, yaitu konten yang kamu buat tidak sesuai dengan keinginan pengunjung.

(Baca : Inilah Penyebab Blog Sepi Pengunjung)

1. Mengklik tombol kembali dan kemudian mencari sumber blog lain. Tindakan ini adalah yang paling umum dilakukan oleh para visitor.

2. Menutup tab / windows pada browser

3. Menambah URL baru pada browser

4. Tidak melakukan aktivitas apapun di blog anda selama 30 menit


Penyebab Bounce Rate pada Blog

1. Kecepatan loading blog
Bounce rate suatu blog dapat dipengaruhi oleh kecepatan loading suatu blog, karena jika kecepatan load blog baik dapat mencegah pembaca untuk membatalkan kunjungannya ke blog kamu. Sehingga, semakin cepat loading blog maka akan semakin kecil juga bounce rate yang akan kamu dapat. Tentunya ini menyebabkan blog kamu dinilai baik oleh google.

2. Desain Template
Untuk mendapatkan bounce rate yang baik tentu sebuah blog juga harus memiliki tata letak desain yang baik juga. Kenapa? karena blog yang memiliki layout yang rumit dan susah untuk ditelusuri maka akan membuat pembaca malas untuk menjelajahi isi blog yang kamu miliki dan memilih untuk keluar dari blog kamu.

(Baca : Cara Optimasi Deskripsi Penelusuran)

3. Kualitas Konten
Konten yang kurang menarik juga dapat membuat pembaca tidak betah di blog kamu bahkan langsung keluar dari blog kamu. Pembaca pastinya tidak ingin membuang waktunya didalam sebuah blog yang tidak mempunyai konten yang menarik karena mereka tidak menemukan informasi yang seharusnya mereka dapatkan. Oleh sebab itu, rajinlah untuk membuat konten yang berkualitas secara teratur agar blog bernilai baik di mata search engine maupun pengunjung.

4. Internal Link
Semakin banyak internal link yang ada pada suatu artikel, maka akan semakin rendah bounce rate yang akan kamu dapat. Hal ini dapat memudahkan pembaca untuk menjelajahi halaman lain dalam blog kamu sehingga setiap halaman bisa terhubung dengan baik. Kamu bisa menggunakan internal link seperti recent post, popular post, related post atau link lain yang bisa membuat pengunjung menjelajahi halaman lain dari blog kamu.

5. Eksternal Link
Berbeda dengan internal link, eksternal link ini justru membuat bounce rate kamu semakin tinggi jika eksternal link yang kamu pakai terlalu banyak. Jika semakin banyak eksternal link yang kamu pakai, maka akan semakin banyak juga pengunjung yang meninggalkan blog kamu. Eksternal link ini meliputi gambar, iklan, link blog lain yang tampil di halaman blog.


Bagaimana cara menghitung bounce rate? 

Untuk menghitung tinggi atau rendahnya bounce rate di situs, kamu dapat menggunakan tools pelacak trafik blog yaitu Google Analytics atau Alexa. Kedua tools ini mempunyai data yang detail sehingga perhitungannya akurat.

(Baca : Cara Membuat Artikel SEO Agar Menempati Halaman 1 Google)

Contohnya, jika anda memiliki 1000 pengunjung dan 500 diantaranya hanya melihat satu halaman saja kemudian langsung pergi dari blog kamu. Maka perhitungan bounce ratenya adalah 500/1000 x 100 persen, yaitu tingkat bounce ratenya adalah 50%

Kesimpulannya, semakin kecil persentase bounce rate yang kamu dapat, maka semakin baik kualitas blog yang kamu miliki.


Kira-kira berapa persen bounce rate yang ideal?

Bounce rate memiliki persentase dari 0 - 100%, rata-rata bounce rate yang ideal berkisar antara 20 - 40 persen. Sangat jarang ditemukan blog yang memiliki bounce rate kurang dari 20 persen.


Lalu, Bagaimana cara menurunkan bounce rate blog?

Ada 4 cara agar bounce rate yang ada pada situs kita rendah, yaitu sebagai berikut :

1. Gunakan template blog yang responsive dan SEO agar pengunjung betah di blog kamu.

2. Buatlah artikel yang disukai google dan pastinya juga disukai oleh pengunjung atau sering disebut artikel yang berkualitas

3. Optimasi internal linking

4. Memasang widget yang bisa membuat pengunjung mengklik halaman lain seperti popular post, related post dan lainnya

Bounce rate rendah memiliki manfaat sama halnya seperti page rank. Bounce rate rendah dapat dijadikan sebagai tumpuan dalam menilai kualitas suatu website. Bounce rate yang besar tidak menutup kemungkinan membuat situs / blog hilang dari mesin pencari, karena blog tersebut dianggap tidak berkualitas.

Sekian saja pembahasan saya tentang Pengertian Bounce Rate dan Cara Menguranginya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Terima Kasih!
Previous Post
Next Post

post written by:

Kedia Riani is a young and challanging web, graphics and logo designer.
Big publisher at Adsense also.